Manfaat Alpukat dan Nutrisinya

avocado

Buah alpukat sudah banyak yang mendengar kejagoan si buah berbiji tunggal ini dalam kehidupan manusia. Selain untuk kecantikan dan diet, buah alpukat sangat bermanfaat bagi ibu hamil dan janin loh. Ini pulalah yang membuat banyak dokter yang menyarankan para pasiennya banyak mengonsumsi buah alpukat pada masa kehamilan dan perencanaan kehamilan.

Berikut ini akan kami kuak rahasia kandungan alpukat bersama dengan manfaatnya. Informasi ini kami berikan untuk kepentingan bersama. Terlebih bisa menolong sesama.

Asam folat

Asam folat pada buah alpukat sangatlah tinggi. Hanya dengan mengonsumsi satu buah alpukat berukuran sedang, kita sudah mendapatkan 114 mg atau 30% dari kebutuhan harian kita. Asam folat sangat penting mencegah bayi lahir cacat. Zat ini pula yang membantu perkembangan otak dan tulang pada janin.

Kuran asam folat membuat gangguan pada fungsi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf. Resiko bayi cacat pun meningkat. Selain itu, janin akan mengambil nutrisi dari ibu bia janin kekurangan asam folat.

Ibu pun pasti mengalami sulit tidur, anemia, letih, pikun, mudah despresi. Bahkan, pada kondisi ekstrim bunda akan kehilangan warna alami rambut. Bunda pun bisa mengalami kanker payudara, usus besar, dan pankreas.

Vitamin B kompleks (B6)

Rasa mual saat pagi hari bisa berkurang dengan vitamin B6. Ada pula, sistem saraf bisa bergerak tanpa hambatan karena bantuan vitamin B6.

Kalium

Setengah alpukat berukuran sedang mampu memenuhi kebutuhan kalium harian sebanyak 15 %. Nilai ini lebih tinggi ketimbang buah pisang. Kalium yang berfungsi menstabilkan detak jantung dan tekanan darah. Radikal bebas pun sulit menyerang pertahanan kita.

Masih ada kelanjutannya loh, ayo baca di artikel selanjutnya

Informasi lainnya :

Ciri keputihan pada masa hamil

keputihan saat hamil

Kondisi hamil bisa mempengaruhi fisik wanita dalam berbagai hal. Salah satunya, persoalan keputihan yang berlebih. Ibu hamil mengalami keputihan yang berlebih sebagai konsep pertahanan diri dari bakter penyebab infeksi.

Meski begitu, keputihan saat hamil bisa menjadi prakiraan tentang kesahatan kita, entah itu dalam kondisi buruk entah kondisi baik. Hal ini senada dengan lansiran, lifestyle.okezone.com, tentang empat tanda keputihan yang harus kita waspadai.

Pertama, cairan putih  tidak berbau

Kondisi semacam ini biasa ibu hamil alami karena hormone dalam tubuh sedang mengalami perubahan. Bila mengalami keputihan ini, kita tidak perlu panik karena ini merupakan pelumas organ intim. Dengan adanya cairan putih ini, vagina lepas dari kekeringan yang memberikan sensasi gatal dan panas.

Kedua, carian putih keabu-abuan

Kondisi ini menandakan ada pergeseran sekresi hormon. Pada kondisi ini, jumlah bakteri pada daerah sensitif meningkat dan bisa mengganggu keseimbangan bakteri baik. Hal ini bisa menyebabkan infeksi, vaginosis bakteri.

Ciri mudahnya, ada cairan tipis keabu-abuan di sekitar vagina. Ada pula rasa sakit serta gatal saat buang air kecil. Segera periksakan diri ke dokter karena berakibat fatal ketika infeksi merambat ke dalam saluran kelahiran dan rumah janin.

Ketiga, cairan putih kekuningan

Peningkatan hormone estrogen dan progesterone dalam tubuh membuat vagina menjadi rumah yang nyaman bagi tumbuh kembang jamur. Bakteri ragi yang disebut juga Candida bisa hadir secara alami dan menghasilkan cairan putih kekuningan pada vagina.

Infeksi ini pun setingkat lebih parah dari keputihan sebelumnya. Pasalnya, keputihan ini menyebabkan rasa sakit dan pembengkakan pada vagina, kemerahan dan pembengkakan di sekitar labia, juga sensasi panas saat buang air kecil. Terlebih lagi, rasa sakit pun bertambah saat melakukan hubungan intim.

Keempat, Keputihan berbusa kuning kehijauan dan berbau busuk

Kondisi keputihan semacam ini perlu penanganan lebih lanjut dari dokter. Umumnya, parasit Trichomonas vaginalis sudah bersarang. Parahnya, kondisi ini akibat penularan secara seksual dan bersifat menetap. Namun, kondisi ini bisa sembih dan sangat umum ibu hamil alami.

Informasi Lainnya :

Bahaya Kurang Vitamin A Pada Ibu Hamil

Yang Termasuk Calon Ibu Hamil Berisiko Tinggi & Cara Mengatasi

Kekurangan zat tertentu dalam tubuh tentu berakibat buruk, salah satunya vitamin. Kurang vitamin mengakibatkan proses pertembuhan terganggu. Hal ini bisa lebih parah apabila kekurangan vitamin terjadi pada ibu hamil. Selain proses pertumbuhan janin yang terganggu, kekurangan vitamin A bisa menjadi pemicu hamil anggur. Bila hal ini dibiarkan, hamil anggur bisa menuju kanker yang mematikan.

Berdasarkan penelitian Guru Besar Tetap FKUI, Prof Dr dr Andrijono, SpOG (K), dari republika.co.id, kekurangan vitamin A menjadi faktor utama yang bisa menyebabkan hamil anggur. Lebih tepatnya, resiko hamil anggur lebih tinggi pada wanita muda dan pada masa kehamilan pertama.

Lebih rinci lagi, menurut beliau wanita yang kekurangan vitamin A lebih besar sebanyak 6,8 kali lipat dari wanita cukup memiliki potensi hamil anggur. Angka tersebut masih bisa meningkat sebanyak tujuh kali pada wanita yang hamil pertama kali.

Ternyata, kekurangan vitamin bukan pada masa kehamilan. Berdasarkan penelitan, Andrijono wanita yang mengalami hamil anggur mengalami kekurangan vitamin A jauh sebelum masa kehamilan. Pernyataan ini berdasarkan fakta sebanyak 73,13 persen penderita hamil anggur mengalami kekurangan vitamin A.

Berdasarkan penelitian ini pula, Andrijono mengatakan pemberian vitamin A bisa meningkatkan nilai kematian sel hamil anggur secara fisiologis. Jadi, pemberian vitamin A sangat tepat untuk mensitmulasi pemulihan pada penderita hamil anggur.

Dengan begini, kita yang belum pernah hamil atau baru merencanakan kehamilan harus peduli pada asupan gizi dan nutrisi. Kekurangan satu zat saja bisa menjadikan wabah yang berbahaya semacam ini.

Informasi Lainnya :